Selasa, 17 September 2019

Sistem Informasi Manajemen MI Ma'arif Wringinputih


Folded Corner: LAPORAN

PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MADRASAH

TAHUN PELAJARAN
 2019/2020


 





LEMBAGA  PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN MAGELANG
MADRASAH  IBTIDAIYAH MA’ARIF WRINGINPUTIH
NSM : 111.2.33.08.0027
STATUS : TERAKREDITASI  B
Nomor : 138/BAP.SM/X/2014          NPSN : 60711138
       Jl. Srigentan, Wringinputih, Borobudur, Kab. Magelang 56553 Telp. 0856 297 0993  

 






































SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MADRASAH

1.      Latar Belakang
Lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat vital dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era globalisasi dan perdagangan bebas. Untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas memerlukan suatu sistem pelayanan pendidikan yang berkualitas dan untuk itu semua pihak yang terkait dalam dunia pendidikan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kependidikan dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Madrasah harus dapat memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan orang tua siswa. Informasi tentang proses belajar mengajar dan perkembangannya harus diterima oleh siswa dan orang tua siswa secara tepat, cepat dan akurat. Semakin cepat informasi sampai ke siswa dan orang tua siswa, maka semakin cepat juga perbaikan mutu pendidikan siswa. Untuk dapat memberikan informasi secara tepat, cepat, dan akurat, madrasah memerlukan sebuah sistem informasi manajemen madrasah yang berkualitas.
Untuk mendapatkan sistem informasi manajemen madrasah yang terintegrasi tidaklah cukup dilakukan secara manual. Pembangunan suatu sistem informasi manajemen berbasis computer adalah salah satu solusi yang  tepat.

2.      Tujuan
Membangun Sistem Informasi Manajemen Madrasah (SIM) untuk meningkatkan mutu pendidikan yang dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman.

3.      Ruang Lingkup
Ruang lingkup implementasi SIM di MI Ma’arif Wringinputih adalah:
1. DOKUMEN PENGELOLAAN SIM

NO
DOKUMEN SIM
DATA
KET.
1
Sistem Informasi Profil (Portal MI Ma’arif Wringinputih Borobudur)
Profil Madrasah, Visi, Misi, Fasilitas, program-program, Berita/Artikel, kegiatan/agenda, informasi kesiswaan, kurikulum, forum, galeri foto, dan buku tamu.
Simpatika
2
Sistem Informasi Personalia
berisi Data Guru dan Staf untuk mengelola informasi penting tentang tenaga pengajar maupun staf yang terdaftar di madrasah, seperti biodata, pangkat, jabatan, alamat, status bekerja, jam kerja, riwayat pendidikan, riwayat karir, riwayat pelatihan, tingkat kehadiran, info gaji dan lain-lain
Simpatika
3
Sistem Informasi Sarana dan Prasarana
berisi mengenai Manajemen Aset madrasah mulai dari penomoran aset, lokasi aset, penggunaan aset dan jumlah aset

4
Sistem Informasi Keuangan
data pembayaran biaya pendidikan siswa, seperti SPP, uang pembangunan, dan biaya-biaya lain. Data pembayaran tersebut akan ditampilkan dalam format laporan yang akan memudahkan pihak madrasah dalam melakukan pemeriksaan dan evaluasi, seperti :
  • Laporan siswa yang belum melakukan pembayaran
  • Laporan siswa yang sudah melakukan pembayaran
  • Laporan-laporan yang berkenaan dengan honor guru/karyawan

5
Sistem Informasi Siswa
berisi data Penerimaan Siswa Baru, Biodata siswa, Pengelolaan Kenaikan Kelas Siswa (manual maupun otomatis), Pengelolaan Kelulusan/Alumni, Pencetakan Kartu Siswa, dan Pengelolaan Kedisiplinan Siswa
EMIS
6
Sistem Informasi Akademik
berisi Pengelolaan Kurikulum, Penjadwalan Satuan Pengajaran, Pengelolaan Nilai Akademik Siswa dan Laporan Hasil Studi Siswa, dan Presensi Siswa dalam kegiatan PBM
ARD
7
Sistem Informasi Perpustakaan
berisi Pengelolaan buku, Pengelolaan anggota, Transaksi peminjaman dan pengembalian buku, dan Manajemen Arsip Digital


4.      Fungsi
Sistem Informasi Manajemen Madrasah (SIM) secara umum mempunyai fungsi sebagai berikut;
a.       Penilaian
b.      Pengelolaan aset
c.       Kehadiran
d.      Komunikasi rumah-sekolah
e.       Komunikasi antar guru/karyawan
f.       Keuangan
g.      Sumber daya manusia
h.      Pengelolaan kebutuhan pendidikan khusus
i.        Perencanaan kegiatan belajar mengajar
j.        Data siswa
k.      Penulisan laporan
l.        Evaluasi diri/review
m.    Pengaturan jadwal pelajaran
SIM di MI Ma’arif Wringinputih mempunyai fungsi yang brtahap ke arah hal-hal yang telah disebutkan di atas. Fungsi Penilaian di MI Maarif memakai Aplikasi Raport Digital (ARD) yang berasal dari kemenag. Aplikasi ini belum terlalu sempurna dan masih terus disempurnakan dari tahun ke tahun.
Fungsi-fungsi dari SIM lainnya banyak mempergunakan Aplikasi SIMPATIKA dari telkomsel dan aplikasi EMIS dari Kemenag. Banyak aplikasi-aplikasi lain yang mendukung pelaksanaan SIM di madrasah; seperti aplikasi BIOS UN, Si kurma, Si Bos Pintar dan lain-lain yang dalam waktu dekat ini akan diintegrasikan dengan EMIS sebagai data base di madrasah yang berada di naungan Kemenag.

5.      Kendala
Pelaksanaan SIM di MI Ma’arif Wringinputih Borobudur menemui beberapa kendala sebaga berikut:
1.      Masih adanya beberapa orang guru yang masih kesulitan dalam pengoperasian komputer/
2.      Komunikasi sekolah dan rumah masih terkendala dengan adanya beberapa wali murid yang tidak mempunyai sarana HP android dan adanya kelas yang belum mempunyai grup WA
3.      Banyaknya aplikasi di kemenag sehingga tugas operator semakin banyak.
BAB III
PENUTUP
A.                        Kesimpulan
Pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di MI Maarif Wringinputih telah dilaksanakan di bawah koordinator operator. Pelaksanaan ini telah dilaksanakan semaksimal mungkin meskipun belum seluruhnya tujuan dan fungsinya tercapai.
Banyaknya kendala yang dialami semoga semakin hari bisa diatasi

Implementasi SIM akan berlangsung secara efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional untuk mengoperasikan sekolah, dana yang cukup agar sekolah mampu menggaji staf sesuai dengan fungsinya, sarana dan prasarana memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, serta dukungan masyarakat (orang tua) yang tinggi.
Sistem Informasi Manajemen (SIM) di MI. Interaktif  Miftahul Huda telah diterapkan, tentunya belum semua tujuan dari SIM ini tercapai. Karena itu evaluasi dan perbaikan senantiasa dilakukan agar tercapai tujuan SIM, baik itu bagi sekolah, pengelola dan juga siswa.
B.                Rekomendasi.
Penerapan SIM yang efektif seyogyanya dapat mendorong kinerja kepala sekolah dan guru yang pada gilirannya akan meningkatkan prestasi murid. Oleh sebab itu, harus ada keyakinan bahwa SIM memang benar-benar akan berkontribusi bagi peningkatan prestasi murid. Ukuran prestasi harus ditetapkan multidimensional, jadi bukan hanya pada dimensi prestasi akademik. Dengan taruhan seperti itu, sekolah-sekolah  yang hanya menerapkan SIM sebagai mode akan memiliki peluang yang kecil untuk berhasil.

Lampiran-lampiran
1.       Fasilitas SIM (SIM online : website,blogg,email, media sosial).
ONLINE
ALAMAT/DOMAIN
KET.
Blog/Website MI Ma’arif Wringinputih Borobudur

Facebook

Email


SIMPATIKA


EMIS



2.        SK operator SIM











Laporan Kepemimpinan Madrasah


Folded Corner: LAPORAN

KEPEMIMPINAN
KEPALA MADRASAH

TAHUN PELAJARAN
 2019/2020


 





LEMBAGA  PENDIDIKAN MA’ARIF NU KABUPATEN MAGELANG
MADRASAH  IBTIDAIYAH MA’ARIF WRINGINPUTIH
NSM : 111.2.33.08.0027
STATUS : TERAKREDITASI  B
Nomor : 138/BAP.SM/X/2014          NPSN : 60711138
       Jl. Srigentan, Wringinputih, Borobudur, Kab. Magelang 56553 Telp. 0856 297 0993  

 

























\\\\\\
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
         Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang menunjang kualitas sumber daya manusia yang bermanfaat bagi lingkungan masyarakat,bangsa dan negara. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia seyogyanya madrasah dikelola oleh seorang pemimpin yang memiliki dasar-dasar dan syarat kepemimpinan, seperti pendapat tokoh pendidikan kita “Ki Hajar Dewantoro” sebagai berikut :  “ Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”
Seorang pemimpin bila berada di depan maka ia akan memberi contoh tauladan kepada bawahannya, jika ia berada di tengah-tengah ia harus dapat membangkitkan,memberi semangat kepada orang-orang yang ada di sekitarnya dan jika ia berada di belakang, maka pemimpin itu harus dapat mengarahkan, mendorong/memotivasi agar orang-orang tersebut lebih maju. Seorang pemimpin harus mampu memberi contoh dan mengayomi bawahannya, memotivasi dan menggerakkan agar semua komponen yang ada dapat dan mau bekerja secara optimal sesuai dengan uraian tugas yang telah diberikan dan melaksanakannya dengan ikhlas  serta penuh tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Kepemimpinan Kepala Madrasah bersifat situasional , artinya suatu kepemimpinan dapat efektif untuk situasi tertentu dan kurang efektif untuk situasi yang lainnya. Contohnya dalam suatu keadaan darurat dimadrasah diperlukan kepemimpinan yang  otoriter sebaliknya dalam keadaan normal kepemimpinan otoriter kurang baik.            Kondisi lingkungan yang semakin komplek dan berubah dengan cepat sekarang ini, organisasi memerlukan seorang pemimpin yang selektif, yaitu pimpinan yang mampu mengarahkan dan mengembangkan aktivitas bawahan sesuai dengan fungsi dari seorang pemimpin.

1.2  Permasalahan
            Seorang pemimpin, dalam hal ini seorang Kepala Madrasah, tidak akan dapat menerapkan management madrasah dengan baik dan meningkatkan mutu pendidikan dengan hasil yang optimal tanpa ada partisipasi aktif dan kerja sama yang baik dari semua pihak baik para guru maupun seluruh staf madrasah.   Maka timbulah suatu pertanyaan  Bagaimana meningkatkan mutu pendidikan melalui penerapan fungsi-fungsi dasar management ?

1.3  Ruang Lingkup
            Dalam penulisan makalah ini dibuatlah ruang lingkup madrasah sesuai  dengan unsur-unsur yang terkait  di dalam menejemen madrasah yaitu :
1.      Kepala Madrasah  ( Selaku Top  Manajer )
2.      Wakil Kepala Madrasah
3.      Guru
4.      Wali Kelas
5.      Staff  Tata Usaha
6.      Pustakawan
7.      Tenaga Kebersihan
8.      Masyarakat ( Komite Madrasah )

1.4  Metode Pengumpulan Data
            Pengumpulan data dilakukan melalui  selama kegiatan mengikuti pendidikan dan latihan  administrasi  Kepala Madrasah yang dilaksanakan  di Hotel Borobudur Magelang  dari tanggal 13 sampai dengan 17 Januari 2019, yaitu :
1.      Nara sumber                                 
2.      Widyaiswara
3.      Observasi
4.      Reverensi buku-buku yang ada.
5.      Penelitian terdahulu






BAB   II
LAPORAN

2.1. Kepala Madrasah
      Kepala Madrasah adalah seorang manager, yaitu orang yang melaksanakan/mengelola management madrasah. Kepala madrasah harus mampu memanage (mengatur) unsur manusia dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Dalam hal ini, kepala madrasah tidak melaksanakan sendiri tindakan-tindakan yang bersifat operasional madrasah, tetapi mengambil keputusan menentukan kebijaksanaan dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan keputusan kepala madrasah yang telah diambil sesuai dengan kebijakkan yang telah digariskan dalam program kerja.
Seorang Kepala Madrasah sebagai pengelola management madrasah harus memahami Fungsi-Fungsi Dasar Management, yang meliputi :
1.      Planning  (Perencanaan )
2.      Organizing (Pengorganisasian)
3.      Actuating  (Penggerakan)
4.      Controlling (  Pengontrollan )
5.      Evaluation ( Evaluasi )

2.1.1  Planning (Perencanaan )
            Menetapkan rencana apa yang harus dilaksanakan madrasah untuk menyelesaikan proram-program yang telah dibuat.  Fase pertama perlu ditetapkan : “ Apa, kapan dan bagaimana” pekerjaan harus dilakukan. Dalam fase ini disebut  Perencanaan  (Planning).

2.1.2 Organizing ( Pengorganisasian )
            Mendistribusikan atau mengalokasikan tugas-tugas pada orang-orang yang diberi kewenangan yang dituangkan dalam SK.Tugas, Kepala Madrasah mendelegasikan kekuasaan dan menetapkan hubungan kerja antara anggota kelompok kerja dengan delegir.  Fase ini disebut Pengorganisasian (Organizing).
2.1.3  Actuating ( Penggerakkan )
            Kepala Madrasah menggunakan sarana-sarana, seperti komunikasi,pemberian instruksi,saran,teguran,pujian, sehingga para pelaku tenaga kependidikan tergerak untuk melaksanakan tugas yang telah diemban dengan secara ikhlas dan dengan kerjasama yang baik sebagai partner kerja kepala madrasah. Kegiatan ini menyebabkan  kegiatan operasional madrasah menjadi bergerak dan berjalan. Fase ini lazim disebut Penggerakkan (Actuating).
2.1.4 Controlling (Pengawasan )
            Pada saat kegiatan madrasah sedang bergerak atau berjalan, kepala madrasah harus selalu mengadakan pengawasan atau pengendalian  agar gerakkan atau jalannya kegiatan operasional madrasah sesuai dengan planning yang telah digariskan. Fase ini disebut Pengawasan atau Pengendalian (Controlling).
2.1.5. Evaluatiom ( Evaluasi)
            Hasil kerja yang telah dicapai dalam program yang telah digariskan dibuat prosentase realisasi pencapaian sasaran/target. Dalam hal ini kepala madrasah dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang ada, penyebab timbulnya hambatan/kendala, sehingga dapat untuk memperbaiki kinerja mendatang. Fase ini disebut Evaluasi  (Evaluation).
2.1.6 PROFIL KEPALA MADRASAH
Nama
: Ismi Katarina, S.Pd.I
Tempat/ tanggal lahir
: Magelang, 14 Agustus 1972
Pendidikan
: S1 Tarbiyah
NUPTK
:1146750651300013
Pangkat/golongan
: IIIa
Alamat
: Kurahan Cawansari, Borobudur
Pengalaman Mengajar
: 1. Guru Kelas V mulai Tahun 2005-2009

  2. Guru Kelas VI mulai Tahun 2009-2015

  3. Kepala Madrasah dari tahun 2015- 2019
         
2.2  Guru
            Dengan dikoordinasi oleh Kepala Madrasah, guru harus mampu menguasai pengelolaan Program Pengajaran yang meliputi : Program tahunan, Program Semester, Analisis Materi Pelajaran, Pengayaan dan lain-lain yang berkenaan dengan proses belajar mengajar.
Guru tidak hanya dituntut untuk meningkatkan ilmu pengetahuan anak didiknya, tetapi juga harus mampu membekali diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang. Dalam hal ini kepala madrasah harus mendorong dan memberi kesempatan kepada para guru untuk mengikuti penataran ,seminar, simposium,  kelompok kerja guru (KKG), workshop, diklat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seorang guru  dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Untuk tahun pelajaran 2019/2020 seluruh guru di MI Ma’arif Wringinputih sudah memenuhi persyaratan pendidikan minimum S1. Terdiri dari 1 Guru PNS dan 7 guru non PNS. 6 orang guru sertifikasi Inpassing dan 2 Orang guru yang belum sertifikasi.
NO
NAMA
STATUS

1
Ngumrotun Baruroh, S.Pd.I
NON PNS/impsing

2
Sudarsih, S.Pd
Non sertifikasi

3
Lasto, S.Pd.I
NON PNS/impsing

4
Siti Chotijah, S.Pd.I
NON PNS/impsing

5
Sutrisna, S.Pd.
PNS

6
Siti Chabibatun Nur Chasanah, S.Pd.I
NON PNS/impsing

7
Sri Hartiningsih, S.Pd.I
NON PNS/impsing

8
Mulyati, S.Pd.
Non sertifikasi


2.3 Wali Kelas
Di samping sebagai petugas pengelola kelas dan penyelenggara administrasi  kelas, Wali kelas harus mampu berperan sebagai pengganti orang tua murid di   madrasahnya. Mengetahui perkembangan akademik anak didiknya secara  konfrehensif, membuat catatan-catatan khusus. Kasus-kasus yang tidak   mampu untuk diselesaikan sendiri agar dikonsultasikan atau dialih tugaskan  kepada petugas Bimbingan dan Konseling madrasah. Pada prinsipnya senakal  apapun anak masih ada sisi baiknya, jika perlu dikonsultasikan dengan orang tua/wali murid untuk solusinya.
Berikut ini dafatar wali  kelas beserta kelas yang diampunya;
NO
NAMA
WALI KELAS
Ket.
1
Ngumrotun Baruroh, S.Pd.I
Kelas 1 A

2
Sudarsih, S.Pd
Kelas I B

3
Lasto, S.Pd.I
Kelas II

4
Siti Chotijah, S.Pd.I
Kelas III

5
Sutrisna, S.Pd.
Kelas IV

6
Siti Chabibatun Nur Chasanah, S.Pd.I
Kelas V

7
Sri Hartiningsih, S.Pd.I
Kelas VI


2.4 Staff  Tata  Usaha
Kepala Madrasah mendelegasikan tugas ketatausahaan kepada Kepala Tenaga Administrasi (TAS) sebagai koordinator, yang selanjutnya mengkoordinasikan kepada  anggota tenaga Administrasi uraian tugas yang harus dilaksanakan., serta mengontrol kinerja anggotanya.
NO
Nama
Jabatan
1
Sri Hartiningsih, S.Pd.I
Kepala Tas/operator/Koordinator SIM
2
Nurul Qomariyah


Kemudian tugas bendahara adalah membantu Kepala Madrasah dalam pengelolaan administrasi keuangan madrasah yang mempunyai fungsi; mengambil,   menyimpan,membayarkan dan mempertanggung   jawabkan secara administrasi  keuangan (SPJ) tepat waktu. Bendahara MI MA’arif Wringinputih untuk Periode 2019/2020 dijabat oleh Siti Chabibatun Nur Chasanah, S.Pd.I

2.6. Pustakawan
Buku adalah sebagai salah satu sarana sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin banyak buku yang dibaca akan terasa semakin kecil pengetahuan seseorang.  Disamping sebagai petugas yang bertanggung jawab atas    pengelolaan perpustakaan, Pustakawan berkoordinasi dengan seluruh guru   mata pelajaran untuk memotivasi anak agar gemar membaca. Arahkan waktu  senggang anak untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari informasi dari tugas   yang diberikan oleh gurunya, kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan   berkelanjutan, niscaya budaya membaca dapat ditanamkan sehingga dapat   menjadi salah satu kebutuhan hidupnya.
Tenaga pustaka MI Maarif Wringinputih dijabat oleh Nur Kharim, yang menjadi koordinator perpustakaan. Sedangkan untuk pelayanan sehari-hari, petugas perpustakaan banyak dibantu oleh anak kelas V dan VI secara bergiliran.

2.7. Tenaga kebersihan
Tenaga kebersihan memegang peranan penting dalam menciptakan sapta pesona di madrasah. Menjadikan lingkungan madrasah menjadi lingkungan yang nyaman untuk peserta didik belajar dan bermain.

2.8 Komite Madrasah
Peran orang tua sangat penting dan paling efektif adalah oarng tua sebagai penyedia lingkungan belajar efektif, sehingga pelajar dapat belajar dengan baik.
Susunan Kepengurusan Komite MI Ma’arif Wringinputih
NO
NAMA
JABATAN
ALAMAT
1
KH. Mursidi
Ketua
Gayu
2
Muhtadin
Sekretaris
Srigentan
3
Hasyim
Bendahara
Gayu
4
Drs. Widiyanto
Bidang Pendidikan  Kualitas Madrasah
Srigentan kulon
5
Muthohar
Bidang Jaringan Kerjasama
Gayu
6
H. Machrus
Bidang sarana dan prasarana
Karangjati
7
Fathan Soleh
Bidang sumber daya Madrasah
Srigentan Wetan
8
Arief Rahman
Penggalian sumber Dana
Srigentan kulon
9
Dahlan
Bidang Usaha
Wringinputih

           
III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kepala Madrasah  adalah seorang pemimpin sekaligus seorang manager yaitu orang yang memimpin dan mengelola management madrasah yang harus memiliki dasar-dasar dan syarat kepemimpinan serta harus memahami fungsi-fungsi dasar management.  Dalam kerjanya di MI Maarif Wringinputih, Kepala Madrasah dibantu oleh seluruh Pendidik dan Tenaga kependidikan untuk mencapai program yang telah ditetapkan.
Demikian laporan ini dibuat sebagai bentuk tanggungjawab kepala madrasah dan sebagai gambaran tentang Madrasah Ibtidayah Ma’arif Wringinputih.


3.2 Saran
        Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia hendaknya setiap kepala madrasah membuat Program Kerja Madrasah sebagai pedoman untuk pelaksanaan kegiatan operasional madrasah dan sebagai alat kontrol dalam memutuskan kebijakan-kebijakan yang diambil.



Lampiran:
VISI DAN MISI MADRASAH

I. VISI MADRASAH :
   Terwujudnya warga madrasah yang beriman, bertaqwa dan berprestasi

II. MISI MADRASAH :
  1. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
  2. Menumbuhkan semangat keunggulan dalam belajar yang berazaskan nilai-nilai  Islam Ahlusunnah wal Jamaah

III. TUJUAN MADRASAH.
a.           Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif yang mengacu pada pembelajaran abad 21 yang HOTS (High Order Thinking Skill)
b.      Mengembangkan potensi akademik, minat dan bakat peserta didik melalui layanan bimbingan konseling, kegiatan ekstra kurikuler, kegiatan pengembangan diri dan pembiasaan 3 karakter yaitu religius, jujur dan peduli sosial.
c.       Membiasakan prilaku Islami di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif Wringinputih Kecamatan Borobudur.
d.      Meningkatkan prestasi akademik peserta didik dengan nilai rata-rata 7,0.
e.       Meningkatkan prestasi peserta didik di bidang   seni dan olahraga melalu
f.       kegiatan Ekstrakurikuler dan lomba di tingkat kecamatan maupun kabupaten.   


                                                                         P E N U L I S
       

Ismi Katarina, S.Pd.I